Tahun Rohani didirikan di Malang dan secara resmi dimulai pada tahun 1987 setelah beberapa tahun sebelumnya sejak 1984 diberlakukan uji coba program semi tahun rohani untuk calon dari tahun pertama pendidikan, yang pada saat yang sama telah mengambil studi filsafat dan teologi di STFT Widya Sasana Malang. Gagasan pendirinya telah bergulir sebelumnya pada Keuskupan Malang berada dalam kepemimpinan Mgr. FX. Hadisumarto, O, Carm, dan konsepnya mulai dipersiapkan selama tahun 1986, dan konsepnya mulai dipersiapkan selama tahun 1986 oleh Rm. Felix Suyatno Pr, nominator yang kemudian menjadi direktur pertama terpilih.
Gagasan utama munculnya atas dorongan kepentingan akan perlunya masa khusus bagi calon imam diosesan sebelum mereka mengambil program pendidikan filsafat dan teologi. Keprihatinan atas hasil pembinaan pada periode sebelumnya dan harapan akan tersedianya tenaga imam dalam menjamin kualitas kepribadian dan dasar hidup rohani yang kondusif bagi hidup imamat, berkembangnya motivasi panggilan serta pandangan yang benar tentang imamat diosesan dalam diri para calon. Dengan keberadaan Tahun Rohani, diharapkan bahwa para calon dapat mengikuti pembinaan lanjut dengan lebih baik.
Yang khas dari Tahun Rohani Malang adalah bahwa para peserta berasal dari berbagai keuskupan di Indonesia. Pada awalnya, para calon datang dari tiga keuskupan pendiri, yakni Malang, Surabaya dan Denpasar. Namun menyusul kemudian peserta dari seluruh keuskupan regio kalimantan. Bahkan pada masa lalu, Dioses Dili, Timor Leste, pernah mengirimkan para calonnya. Keadaan ini memberi warna tersendiri, bahkan cukup berpengaruh dalm coraj pembinaan. Kekayaan budaya yang dibawa oleh para calonnya, di satu pihak memperkaya pembentukan pribadi para calon, di lain pihak menjadi tantangan tersendiri dalam hidup berkomunitas. Tidak jarang terjadi gesekan budaya (khususnya soal bahasa dan kebiasaan).
Tahun Rohani pertama didirikan di alamat Jaksa Agung Suprapto, no 75, Malang. Dan pada tahun 2008 berpindah ke alamat Jalan Sumber Wuni, no 14, Lawang, Kabupaten Malang hingga saat ini.
Gagasan utama munculnya atas dorongan kepentingan akan perlunya masa khusus bagi calon imam diosesan sebelum mereka mengambil program pendidikan filsafat dan teologi. Keprihatinan atas hasil pembinaan pada periode sebelumnya dan harapan akan tersedianya tenaga imam dalam menjamin kualitas kepribadian dan dasar hidup rohani yang kondusif bagi hidup imamat, berkembangnya motivasi panggilan serta pandangan yang benar tentang imamat diosesan dalam diri para calon. Dengan keberadaan Tahun Rohani, diharapkan bahwa para calon dapat mengikuti pembinaan lanjut dengan lebih baik.
Yang khas dari Tahun Rohani Malang adalah bahwa para peserta berasal dari berbagai keuskupan di Indonesia. Pada awalnya, para calon datang dari tiga keuskupan pendiri, yakni Malang, Surabaya dan Denpasar. Namun menyusul kemudian peserta dari seluruh keuskupan regio kalimantan. Bahkan pada masa lalu, Dioses Dili, Timor Leste, pernah mengirimkan para calonnya. Keadaan ini memberi warna tersendiri, bahkan cukup berpengaruh dalm coraj pembinaan. Kekayaan budaya yang dibawa oleh para calonnya, di satu pihak memperkaya pembentukan pribadi para calon, di lain pihak menjadi tantangan tersendiri dalam hidup berkomunitas. Tidak jarang terjadi gesekan budaya (khususnya soal bahasa dan kebiasaan).
Tahun Rohani pertama didirikan di alamat Jaksa Agung Suprapto, no 75, Malang. Dan pada tahun 2008 berpindah ke alamat Jalan Sumber Wuni, no 14, Lawang, Kabupaten Malang hingga saat ini.
No comments:
Post a Comment