Thursday, November 22, 2018

HYMNE TAHUN ROHANI

HYMNE TAHUN ROHANI
 














Lagu dan Arsm : Karel Sodho
Syair                  : Yoh. Caraka AY
Revisi penulisan biarama: J. Kristanto S, Pr (2007)

1. Marilah kita satukan tekat, bersama meraih cita-cita.
    Dengan bantan Tritunggal kita akan terus maju melangkah (Reff)

2. Keresahan hati yang terjadi tak akan pernah kuhirau lagi.
    Kupercaya Dia akan membimbingku menuju kepada jalan yang benar. (Reff)

3. Slama berdetak jantungku ini dan smangat berkobar bagai api.
    Tak akan pernah aku padamkan sampai akhir seluruh hidupku. (Reff)


Reff: Bukalah nurani kita tuk dengar panggilannya-Nya
        Bersama satukan hati demi wujudkan Kerajaan Allah.

Wednesday, November 21, 2018

PELINDUNG TAHUN ROHANI

Pelindung Tahun Rohani adalah Paus Yohanes XXIII atau biasa akrab dipanggil dengan nama Giovanni XXIII.

Santo Paus Yohanes XXIII, nama lahir Angelo Giuseppe Roncalli (lahir di Sotto il Monte, Italia, 25 November 1881 – meninggal di Istana Apostolik, Vatikan, 3 Juni 1963 pada umur 81 tahun) adalah Paus Gereja Katolik Roma sejak 28 Oktober 1958 hingga 3 Juni 1963. Ia sering disebut "Paus Yohanes Yang Baik" dan juga dihargai oleh orang Anglikan dan Protestan berkat jasanya untuk menyatukan gereja yang pecah.
Ketika diangkat sebagai Paus, Roncalli telah berumur 77 tahun dan sama sekali tidak diunggulkan selama konklaf. Dengan umurnya yang sudah lanjut, Roncalli dianggap hanya akan memerintah dalam waktu yang singkat, oleh karenanya pada masa itu sering dianggap hanya sekadar paus antara saja.
Namun, kepemimpinan Paus Yohanes XXIII ternyata banyak mengejutkan Gereja Katolik dan dunia pada umumnya. Di antaranya adalah dihimpunkannya Konsili Vatikan II yang menghasilkan reformasi atas doktrin-doktrin Gereja Katolik dan ditingkatkannya rekonsiliasi antar umat beragama, suatu hal yang pada waktu itu tidak terbayangkan muncul dari kekuasaan tertinggi Tahta Suci.
Walaupun masa pemerintahannya hanya singkat saja (sekitar 5 tahun lamanya), Paus Yohanes XXIII dianggap sebagai salah satu Paus terbesar yang pernah ada dalam sejarah Gereja Katolik. 

Sumber (https://id.wikipedia.org/wiki/Paus_Yohanes_XXIII)

IDENTITAS TAHUN ROHANI

1. Status Kepemilikan 

Sebagaimana Seminari Tinggi Interdiosesan "Giovanni XXIII" sebagai lembaga induk tempat berafiliasi, Tahun Rohani berada dalam status kepemilikan tiga keuskupan sbb. Yakni Malang, Surabaya dan Denpasar. Status kepemilikan tersebut lahir dari keterlibatan dan pastisipasi historis ketiga keuskupan dimaksud dalam mengusakana bersama dana pembangunan fisik Seminari. Karena itulah Tahun Rohani memiliki karakter Interdiosesan, artinya dibangun oleh partisipasi lebih dari satu keuskupan dan kemudian berkembang menerima calon dari beragam asal keuskupan Indonesia. 
2. Identitas 

Tahun Rohani adalah lembaga Gerejani yang menyelenggarakan pembinaan calon iman diosesan, yang datang terutama dari tiga keuskupan pendiri dan umumnya dari keuskupan partisipan yang lain di Indonesia, merupakan tahapan awal dari seluruh jenjang pembinaan, khusus di bidang pemantapan kualitas kepribadian, pengembangan kemampuan hidup sosial, pendalaman hidup rohani (dalam fokus doa, ibadah, dan refleksi), pemantapan panggilan (meliputi pemurnian motivasi, pengembangan semangat pastoral), serta pemantapan budaya, belajar sebagai persiapan studi untuk tahap pembinaan lanjut. 

TAHUN ROHANI RUMAH KITA

 
Gedung Tahun Rohani Santo Giovanni XXIII
Jalan Sumber Wuni, No 14, Lawang, Kabupaten Malang.

SEJARAH TAHUN ROHANI

SEJARAH TAHUN ROHANI SANTO GIOVANNI XXIII
Tahun Rohani didirikan di Malang dan secara resmi dimulai pada tahun 1987 setelah beberapa tahun sebelumnya sejak 1984 diberlakukan uji coba program semi tahun rohani untuk calon dari tahun pertama pendidikan, yang pada saat yang sama telah mengambil studi filsafat dan teologi di STFT Widya Sasana Malang. Gagasan pendirinya telah bergulir sebelumnya pada Keuskupan Malang berada dalam kepemimpinan Mgr. FX. Hadisumarto, O, Carm, dan konsepnya mulai dipersiapkan selama tahun 1986, dan konsepnya mulai dipersiapkan selama tahun 1986 oleh Rm. Felix Suyatno Pr, nominator yang kemudian menjadi direktur pertama terpilih.
Gagasan utama munculnya atas dorongan kepentingan akan perlunya masa khusus bagi calon imam diosesan sebelum mereka mengambil program pendidikan filsafat dan teologi. Keprihatinan atas hasil pembinaan pada periode sebelumnya dan harapan akan tersedianya tenaga imam dalam menjamin kualitas kepribadian dan dasar hidup rohani yang kondusif bagi hidup imamat, berkembangnya motivasi panggilan serta pandangan yang benar tentang imamat diosesan dalam diri para calon. Dengan keberadaan Tahun Rohani, diharapkan bahwa para calon dapat mengikuti pembinaan lanjut dengan lebih baik.
Yang khas dari Tahun Rohani Malang adalah bahwa para peserta berasal dari berbagai keuskupan di Indonesia. Pada awalnya, para calon datang dari tiga keuskupan pendiri, yakni Malang, Surabaya dan Denpasar. Namun menyusul kemudian peserta dari seluruh keuskupan regio kalimantan. Bahkan pada masa lalu, Dioses Dili, Timor Leste, pernah mengirimkan para calonnya. Keadaan ini memberi warna tersendiri, bahkan cukup berpengaruh dalm coraj pembinaan. Kekayaan budaya yang dibawa oleh para calonnya, di satu pihak memperkaya pembentukan pribadi para calon, di lain pihak menjadi tantangan tersendiri dalam hidup berkomunitas. Tidak jarang terjadi gesekan budaya (khususnya soal bahasa dan kebiasaan).
Tahun Rohani pertama didirikan di alamat Jaksa Agung Suprapto, no 75, Malang. Dan pada tahun 2008 berpindah ke alamat Jalan Sumber Wuni, no 14, Lawang, Kabupaten Malang hingga saat ini.